Rabu, 15 April 2026
spot_img
BerandaBreaking NewsTidak Presisi, Oknum Anggota Polsek Driyorejo Diduga melakukan Arogansi terhadap masyarakat saat...

Tidak Presisi, Oknum Anggota Polsek Driyorejo Diduga melakukan Arogansi terhadap masyarakat saat patroli

Gresik – Sikap Arogansi yang dilakukan oleh oknum kepolisian Polsek Driyorejo saat pengamanan pergantian tahun baru di wilayah kawasan KDB (Kota Driyorejo Baru) sangat disesalkan. Dua orang yang sedang bekerja di sebuah outlet makanan cepat saji menjadi korban kekerasan yang dilakukan oleh pihak oknum anggota Polsek Driyorejo.

Kedua orang korban tersebut yakni AA (22 tahun), warga asal Bojonegoro yang merupakan kepala outlet dan AF (23 tahun) selaku Koki dan juga berprofesi sebagai wartawan dari media online.

Kejadian berawal disaat AA hendak memasukkan motornya kedalam outlet untuk antisipasi (menghindari kehilangan motor) namun ada LPG yang menghalangi sehingga motor tidak bisa dimasukkan dan memberikan kode ke rekan agar LPG tersebut segera disingkirkan.

“Karena didepan outlet bising (jalan raya), akhirnya saya ngasih kode ke rekan saya dengan cara membleyer motor dengan harapan LPG tersebut segera dipindahkan. Namun tiba tiba sekelompok anggota kepolisian mendatangi langsung main pukul.” Kata AA saat dikonfirmasi wartawan. Rabu (1/1/2025) dini hari.

Sementara itu, dikesempatan yang sama AF memaparkan kejadian tersebut mengejutkan dirinya. Insting seorang jurnalispun mulai timbul sontak langsung mengambil handphone pribadinya untuk mengabadikan (video) ditempat kejadian perkara.

“Ketika saya mulai memvideo tiba tiba saya didatangi langsung dicekik dileher serta dipukuli. Bahkan saya sempat memperkenalkan diri bahwa saya juga seorang wartawan namun malah di caci maki dan terkesan diremehkan.” Paparnya.

Atas peristiwa tersebut, sangat bertentangan dengan perintah jenderal Listyo Sigit Prabowo selaku kapolri agar anggotanya harus melayani masyarakat dengan “PRESISI“. Tak main main, beliau juga berpesan bakal ada sanksi tegas berupa pencopotan serta pemberhentian dengan tidak hormat jika terbukti sudah fatal.

Surat telegram bernomor ST/216/X/HUK.2.8/2021 pada 18 Oktober 2021. Telegram ini merupakan instruksi kepada seluruh kepala kepolisian daerah untuk membina anggota polisi agar tidak bersikap arogan dan melakukan kekerasan kepada masyarakat.

Menelusuri hal tersebut, awak media mencoba konfirmasi kepihak Polsek Driyorejo dan kebetulan ditemui oleh oknum anggota dugaan arogansi yang dipimpin langsung oleh Ipda S selaku Kanit Intel Polsek Driyorejo.

“Intinya kita ini sedang berpatroli di wilayah KDB mengingat ada isu ada salah satu anggota kepolisian ada yang kena Sajam disaat melakukan patroli pengamanan pergantian tahun baru. kemudian dioutlet tersebut kami melihat ada yang membleyer motornya jadi kami langsung menegur.” Dalihnya.

Lalu, masih kata S ” Kita ini sudah capek-capek berpatroli yah namanya kami juga manusia biasa jadi mohon dimaafkan jika ada kesalahan disaat kami sedang berpatroli.” Kata (S) saat ditemui diruangannya.

Saat disinggung terkait sikap arogansi yang dilakukan, (S) sempat berdalih bahwa bukan dirinya yang melakukan, bahkan dirinya mengatakan sempat melerai dan menarik mundur anggotanya agar segera kembali ke kantor.

Namun saat ditunjukkan video amatir handphone milik AF serta hasil rekaman CCTV outlet makanan cepat saji, (S) terdiam dan mengarahkan awak media untuk bertemu dengan Kapolsek langsung untuk bersilaturahmi.

“Gini saja, saya agendakan bertemu dengan pak Kapolsek langsung untuk bersilaturahmi. Mohon tinggalin nomer handphone jenengan nanti jikalau beliau sudah dikantor saya akan hubungi jenengan. Biar kenal sekalian dengan beliau kebetulan juga bapak sudah naik pangkat kemarin.” Tutupnya.(Bersambung)

Penulis : Rachman

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Captcha verification failed!
Skor pengguna captcha gagal. silahkan hubungi kami!
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments